Kata Pengantar
Assalamualaikum wr.wb
Puji dan syukur kita panjatkan kehadiran Allah S.W.T karena berkat rahmat dan hidayahnya lah saya bisa menyelesaikan tugas Seni Budaya mengenai Seni Rupa Terapan ini. Solawat dan salam juga kita panjatkan kepada junjungan kita nabi besar Muhammad s.a.w.
Terima kasih sebanyak-banyaknya saya ucapkan kepada kedua orang tua saya, yang telah membantu saya dalam proses pembuatan tugas mata pelajaran Seni Budaya ini, baik secara langsung, maupun tidak langsung. Saya juga ingin berterima kasih kepada teman-teman saya, yang selalu mensupport saya selama proses pembuatan tugas Seni Budaya ini. Dan tidak lupa, terima kasih kepada guru pembimbing saya Bapak Tugiyo yang sudah menerangkan kepada saya mengenai Seni Rupa Terapan dsb.
Tugas ini berisikan objek wisata yang terdapat di
Saya merasa masih banyak kekurangan dalam pembuatan tugas Seni Budaya ini. Oleh karena itu, saya mengharapkan keritik serta saran, agar kedepannya saya bisa membuat tugas lebih baik lagi. Akhirnya, saya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung saya dalam proses pembuatan tugas Seni Budaya ini. Semoga tugas ini dapat membantu para wisatawan atau masyarakat
Wassalamualaikum wr.wb
Syifa Shabirah Amatullah
DAFTAR ISI
1. Pendahuluan ………………………………… 1
2. Apresiasi ………………………………… 2
3. Kritik dan Saran ………………………………… 6
4. kesimpulan ………………………………… 7
5. Daftar Pustaka ………………………………… 8
6. Lampiran ………………………………… 9
Pendahuluan
a. Latar Belakang
Kondisi sungai Musi saat ini sudah cukup baik, hanya saja akan lebih baik lagi jika dibuat jalan lain, agar wilayah sekitar Ampera menjadi tidak macet lagi. Contohnya Musi III. Selain itu, sebaiknya warga-warga yang tinggal di sekitar sungai Musi bisa lebih memperhatikan daerah disekitar sungai Musi. Misalnya, dengan tidak membuang sampah di sungai Musi, saling memperingati antar warga untuk mengadakan gotong royong membersihkan wilayah daerah sungai Musi yang bisa dijangkau. Selain itu penjual makanan yang menjajakan berbagai makanan di pinngiran sungai Musi, sebaiknya lebih memeperhatikan kebersihan makanan yang dijualnya, dan juga kebersihan area sekitar tempat penjualannya..
b. Tujuan
Tujuan saya membuat tugas Seni Budaya ini adalah, agar para wisatawan yang berkunjung ke
c. Manfaat
Manfaat dari pembuatan tugas mata pelajaran Seni Budaya mengenai Seni Rupa Terapan ini sangat banyak sekali, salah satunya adalah, saya menjadi lebih mengenal objek wisata yang telah saya kunjungi, yaitu sungai Musi. Saya juga menegtahui sejarah-sejarah mengenai sungai Musi. Sayan harap semua masyarakat
I Apresiasi
Kota Palembang adalah salah satu kota besar di
Palembang merupakan kota tertua di Indonesia, hal ini didasarkan dari prasasti Kedukan Bukit yang diketemukan di Bukit Siguntang sebelah barat Kota Palembang, yang menyatakan pembentukan sebuah wanua yang ditafsirkan sebagai kota yang merupakan ibukota Kerajaan Sriwijaya pada tanggal 16 Juni 682 Masehi[. Maka tanggal tersebut dijadikan patokan hari lahir Kota Palembang.
Kota Palembang telah dicanangkan oleh Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono sebagai "Kota Wisata Air" pada tanggal
Letak Geografis
Secara geografis, Palembang terletak pada 2°59′27.99″LS 104°45′24.24″BT. Luas wilayah Kota Palembang adalah 102,47 Km² dengan ketinggian rata-rata 8 meter dari permukaan laut. Letak Palembang cukup strategis karena dilalui oleh jalan Lintas Sumatera yang menghubungkan antar daerah di Pulau Sumatera. Selain itu di
Iklim Palembang merupakan iklim daerah tropis dengan angin lembab nisbi, kecepatan angin berkisar antara 2,3 km/jam - 4,5 km/jam. Suhu
Pada tahun 2002 suhu minimum
Tropis lembab nisbi, suhu antara 220-320 celcius, curah hujan 22-428 mm/tahun, pengaruh pasang surut antara 3-5 meter, dan ketinggian tanah rata-rata 12 meter dpl. Jenis tanah
Penduduk Palembang merupakan etnis Melayu, dan menggunakan Bahasa Melayu yang telah disesuaikan dengan dialek setempat yang kini dikenal sebagai Bahasa Palembang. Namun para pendatang seringkali menggunakan bahasa daerahnya sebagai bahasa sehari-hari, seperti bahasa Komering, Rawas, dan Lahat. Pendatang dari luar Sumatera Selatan terkadang juga menggunakan bahasa daerahnya sebagai bahasa sehari-hari dalam keluarga atau komunitas kedaerahan. Namun untuk berkomunikasi dengan warga
Selain penduduk asli, di Palembang terdapat pula warga pendatang dan warga keturunan, seperti dari Jawa, Minangkabau, Madura, Bugis, dan Banjar. Warga keturunan yang banyak tinggal di
Adanya banyak objek wisata yang terdapat di
Di tepi Sungai Musi terdapat Pelabuhan Boom Baru dan Museum Sultan Mahmud Badaruddin II. Sungai Musi membelah Kota Palembang, menjadi dua bagian kawasan: Seberang Ilir di bagian utara dan Seberang Ulu di bagian selatan. Sungai Musi, bersama dengan sungai lainnya, membentuk sebuah delta di dekat Kota Sungsang.
Mata airnya bersumber di daerah Kepahiang, Bengkulu. Sungai Musi disebut juga Batanghari Sembilan yang berarti sembilan sungai besar, pengertian sembilan sungai besar adalah Sungai Musi beserta delapan sungai besar yang bermuara di sungai Musi. Adapun delapan sungai tersebut adalah :
2. Sungai Rawas
3. Sungai Leko
8. Sungai Ogan
Disekitar sungai Musi, banyak terdapat pejualan yang menjajakan barang dagangannya, barang yang dijual pun bermacam-macam, seperti contohnya pempek, makanan ringan, minuman bersoda, dll. Dulu, di sekitar sungai Musi banyak terdapat rumah rakit milik warga yang tinggal di sekitar sungai Musi, tapi sekarang sudah jarang / tidak sebanyak dulu warga yang tinggal di pinngir sungai Musi. Saat ini, di sekitar sungai Musi terdapat restoran terapung, yaitu “Warung Legenda” dan “River side”. Kita bisa menikmati banyak makanan khas
Di sepanjang perairan Sungai Musi dapat kita temui sejumlah pemukiman penduduk dengan rumah rakitnya, pusat industri PT. Pusri, PT. Pertamina dan PT. Semen Baturaja, Pulau Kemaro, kompleks pemakaman Bagus Kuning, situs makam raja-raja Kesultanan Palembang Darussalam, Pelabuhan Boom Baru, kampung Arab, Mesjid Lawang Kidul, Mesjid Ki Merogan, Benteng Kuto Besak, Jembatan Ampera, Museum Sultan Mahmud Badaruddin II dan masih banyak lagi.
Selain itu, sungai Musi dibelah oleh monument Ampera. Monumen Ampera adalah monument yang cukup terkenal di
II Kritik dan Saran
Menurut saya, apa yang ada di sungai Musi, maupun di sekitar sungai Musi sudah cukup baik, hanya saja masyarakat yang ada atau yang tinggal di dekat sungai Musi kurang memperhatikan wilayah di sekitar sungai Musi ataupun sungai Musi itu sendiri. Sebaiknya masyarakat di
Selain itu, yang harus selalu diperhatikan adalah kebersihan.
Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya,
Terdapat lahan seluas 3 juta ha di daerah aliran sungai (DAS) Musi dianggap kritis akibat maraknya penebangan liar. Kondisi ini dapat memicu banjir bandang dan tanah longsor. Menurut saya, agar tidak terjadi banjir bandang dan tanah longsor, sebaiknya di lahan seluas 3 juta ha itu diadakan reboisasi atau penanaman kembali hutan yang gundul.
Menurut informasi yang saya dapatkan dari seorang narasumber (Gufran/40th/polygon), rumah-rumah rakit yang terdapat di sekitar sungai Musi kurang tertata rapi. Hal ini bisa membuat para pengunjung yang datang ke objek wisata sungai Musi merasa kurang nyaman. Alangkah lebih baik jika rumah-rumah rakit yang ada di sekitar sungai Musi ditata lagi agar menjadi lebih baik dan kelihatan rapi.
Selain itu, sebaiknya
III Kesimpulan
Sungai Musi merupakan salah satu ikon yang dapat dijadikan objek wisata
DAFTAR PUSTAKA
2. www.wikipedia.com
nb : ini blm slesai tapi...
huft.. lusa udah dikumpul..
bener bener buat pusing yah.......!!!!!!!!!!
gimana? buat pusing kan...

